Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Mual dan Muntah Berlebihan saat Hamil? Yuk Ketahui Penyebabnya

Hiperemesis gravidarum biasanya terjadi pada trimester pertama, sekitar minggu ke-4 hingga minggu ke-9 kehamilan, dan sering kali mencapai puncaknya antara minggu ke-9 hingga ke-13. Pada sebagian besar kasus, gejala mulai membaik setelah minggu ke-16 hingga ke-20 kehamilan. Namun, dalam beberapa kasus yang lebih parah, hiperemesis gravidarum bisa berlangsung hingga akhir kehamilan.

Kesehatan  

Editor: Ardiansyah

Ilustrasi. (Dok. RS Sari Asih Group)
Advertisement

KESEHATAN, infotangerang.co.id Pernahkan melihat atau bahkan mengalami mual dan muntah saat masa kehamilan. Kondisi tersebut kadang menggangu dan membuat gelisah jika sudah berlebihan. Nah, yuk ketahui kenapa ibu hamil bisa mengalami kondisi tersebut.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sari Asih Ciputat, dr Diana Apriliyana Nur, Sp.OG, menyebutkan bahwa kondisi mual dan muntah berlebihan selama kehamilan yang lebih parah dibandingkan morning sickness biasa dikenal sebagai Hiperemesis gravidarum (HG).

Baca juga:  Penyebab Penularan HIV

Menurutnya, jika tidak diatasi kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, penurunan berat badan yang signifikan, serta gangguan nutrisi bagi ibu dan janin.

Penyebab pasti hiperemesis gravidarum dijelaskan dr Diana Apriliyana Nur, Sp.OG, belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap keadaan terseburt meliputi:

• Hormon kehamilan (hCG dan estrogen) yang meningkat drastis.
• Riwayat HG sebelumnya dalam kehamilan sebelumnya.
• Kehamilan kembar, karena kadar hormon lebih tinggi.
• Riwayat keluarga dengan HG.
• Masalah lambung atau metabolisme tertentu sebelum hamil.

Baca juga:  Ramsay Hunt Syndrome, Kelemahan Wajah Akibat Infeksi Virus

Tanda-tanda hiperemesis gravidarum bisa diketahui secara langsung seperti:

• Mual dan muntah parah yang terjadi sepanjang hari.
• Tidak bisa makan atau minum tanpa muntah.
• Dehidrasi (mulut kering, jarang buang air kecil).
• Penurunan berat badan drastis (>5% dari berat badan sebelum hamil).
• Merasa lemah, pusing, atau pingsan.

Pengobatan dan Penanganan Hiperemesis Gravidarum

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement