Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Mengapa Sindrom Koroner Akut (SKA) Begitu Penting? Memahami Gejala dan Faktor Risikonya

Menurut dr. Akhmad Isna Nurudinulloh, Sp.JP, seorang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS Sari Asih Bintaro, SKA adalah kondisi gawat darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tiba-tiba berkurang atau terhenti. Ini sering kali disebabkan oleh pecahnya plak lemak di dalam pembuluh darah koroner, yang kemudian memicu pembentukan bekuan darah.

Kesehatan  

Editor: Ardiansyah

Foto: ilustrasi. (Dok. RS Sari Asih Group)
Advertisement

KESEHATANPenyakit kardiovaskular, atau penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Data menunjukkan bahwa setiap tahun, lebih dari 20,5 juta nyawa melayang akibat kondisi ini. Salah satu kondisi kardiovaskular yang paling sering terjadi adalah Sindrom Koroner Akut (SKA).

Menurut dr. Akhmad Isna Nurudinulloh, Sp.JP, seorang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS Sari Asih Bintaro, SKA adalah kondisi gawat darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tiba-tiba berkurang atau terhenti. Ini sering kali disebabkan oleh pecahnya plak lemak di dalam pembuluh darah koroner, yang kemudian memicu pembentukan bekuan darah.

Baca juga:  Awas! Nyeri Kaki Bukan Sekadar Pegal, Bisa Jadi Sinyal Silent Killer Penyakit Jantung

Kenali Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) sering kali menjadi penyebab utama SKA. Ada dua jenis faktor risiko PJK yang perlu kita ketahui, yaitu:

Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah

Ini adalah faktor-faktor yang berada di luar kendali kita:
• Umur: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
• Jenis Kelamin: Pria memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan wanita, terutama pada usia muda.
• Keturunan/Ras: Riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung dapat meningkatkan risiko Anda.

Faktor Risiko yang Dapat Diubah

Ini adalah faktor-faktor yang dapat kita kendalikan melalui perubahan gaya hidup:
• Merokok: Asap rokok merusak dinding pembuluh darah.
• Dislipidemia: Kadar kolesterol tidak normal.
• Hipertensi: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
• Diabetes Melitus: Kadar gula darah tinggi.
• Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup pasif.
• Berat Badan Lebih dan Obesitas: Kelebihan berat badan.
• Diet yang Tidak Sehat: Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam.
• Stres: Stres kronis dapat memengaruhi kesehatan jantung.
• Konsumsi Alkohol Berlebih: Berdampak buruk pada kesehatan jantung.

Baca juga:  Atasi Wasir atau Ambeien Tanpa Operasi

Gejala Angina pada SKA: Waspada Nyeri Dada!

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement