Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan


Pertemuan Perdana dengan SMSI, Sekda Aceh Tegaskan Pentingnya Sinergi dengan Media

Pertemuan lebih dua jam dan diselingi makan siang itu, bukan sekadar ajang silaturahmi semata, melainkan juga wadah penyampaian harapan agar media dapat turut mendorong terwujudnya visi-misi Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh.

News  

Editor: Maya

Sekda Aceh M Nasir, Karo Arpim dan Humas, Kaban BPKA, Reza Saputra dan Pengurus SMSI Aceh, Kamis 4 September 2025. (Foto: ist)
Advertisement

ACEH – Silaturahmi antara Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, dengan media online yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Kamis, 4 September 2025, menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah dan pers.

Pertemuan lebih dua jam dan diselingi makan siang itu, bukan sekadar ajang silaturahmi semata, melainkan juga wadah penyampaian harapan agar media dapat turut mendorong terwujudnya visi-misi Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh.

Sekda Aceh, M Nasir Syamaun didampingi Kabiro Arpim dan Humas, Akkar Arafat dan Kaban BPK Aceh, Reza Saputra serta M Gade Kabid Humas, sedang Aldin NL, ketua SMSI Aceh bersama pengurus teras SMSI, antara lain, Hamdan Budiman dan M Haris SA, Wakil Ketua, Sulaiman Bendara Umum, Reza Gunawan Wakil Sekretaris, T Mansursyah SH ( LBH SMSI). Selain itu. Ketua Forum Pemred Aceh, M Saman dan Tsara Swisi, Sekretaris Siber Milenial Aceh.

Baca juga:  SMSI Tandatangani Kerja Sama dengan Kedubes Iran

Dalam pertemuan itu terungkap tiga program prioritas Pemerintah Aceh mendapat respon positif dan ditindak lanjuti oleh Pemerintah Pusat. yakni, perpanjangan dana otsus, pembangunan terowongan Geurute dan soal lapangan Blang Padang.

Perpanjangan Dana Otsus: Kunci Pengentasan Kemiskinan

Salah satu isu utama yang ditekankan M. Nasir adalah urgensi perpanjangan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh. Ia menegaskan, Otsus telah terbukti membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Aceh, khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan.

Jika pada tahun 2005 tingkat kemiskinan mencapai 32 persen, maka Maret 2025 angka tersebut berhasil ditekan menjadi 12 persen.

Baca juga:  Ananta Wahana Cecar Bos PTPN VIII dan Perhutani Soal Reforma Agraria di Banten Selatan

Fakta ini menunjukkan bahwa keberlanjutan Otsus bukan hanya kebutuhan finansial, melainkan instrumen strategis untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat pembangunan di daerah yang pernah dilanda konflik berkepanjangan.

Pembangunan Infrastruktur Strategis: Terowongan Geurute

Selain soal Otsus, M. Nasir menyoroti pentingnya realisasi proyek Terowongan Geurute. Infrastruktur ini dipandang sebagai proyek vital yang akan membuka konektivitas baru, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah barat Aceh.

Ia meyakini bahwa pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan respon positif terhadap berbagai usulan Pemerintah Aceh, sehingga peluang terealisasinya proyek strategis ini semakin besar.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement