KESEHATAN – Penggunaan gawai dan media sosial secara berlebihan tidak hanya membuat anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas tidur, konsentrasi hingga kondisi emosional.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari RS Sari Asih Bintaro, Nina Masdiani, dr., Sp.KJ, mengatakan gangguan tidur menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan ketika anak terlalu banyak menggunakan gawai.

Penjelasan dr Nina, paparan cahaya dari layar, termasuk blue light, dapat mengganggu produksi melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.

“Kualitas tidur yang buruk berkorelasi langsung dengan emosi yang tidak stabil, mudah marah, dan penurunan konsentrasi belajar di sekolah,” tambah dr. Nina.

Selain persoalan tidur, pembatasan akses media sosial juga diharapkan dapat mengurangi risiko cyberbullying.
Perundungan di ruang digital dapat berlangsung terus-menerus dan memberikan tekanan psikologis kepada anak. WHO memasukkan cyberbullying sebagai salah satu risiko lingkungan digital yang dapat berdampak terhadap kesehatan mental anak dan remaja.

Untuk itu, orang tua tidak disarankan hanya memberikan larangan. Anak perlu mendapatkan penjelasan mengenai alasan pembatasan penggunaan media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *