Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
15 hari
Menuju Pelantikan Pengurus SMSI Kabupaten Tangerang

Aksi Bejat Pria di Teluknaga, Setubuhi Anak di Bawah Umur Hingga Sebar Video Mesum ke Medsos

Hukum & Kriminal  

Penulis: Rudi Salam

Foto: illustrasi kejahatan pada anak. (Properti: infotangerang.co.id)
Advertisement

KABUPATEN TANGERANG Unit PPA Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria (21th) berinisial MF alias OZI.

OZI yang berprofesi sebagai buruh di Teluknaga, Kabupaten Tangerang itu ditangkap polisi lantaran menyetubuhi anak di bawah umur dan menyebarkan video asusila yang dilakukannya ke media sosial.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menjelaskan, kasus tersebut dapat terungkap berawal dari informasi orang tua korban yang mencurigai adanya tindakan asusila dengan melihat sebuah video melalui media sosial. Video itu berisi adegan yang tidak layak dikonsumsi oleh seorang anak yang masih di bawah umur.

“Setelah itu korban ditanya oleh orang tuanya, akhirnya bercerita bahwa korban telah disetubuhi tersangka lebih dari satu kali, dan juga korban bercerita jika korban menolak ajakan tersangka mengancam menampar dan akan menyebarkan adegan asusila mereka ke media sosial,” ungkap Zain kepada wartawan, Rabu (21/9/2022).

Baca juga:  BIN Banten Bersama Puskesmas Salembaran Jaya Gelar Vaksinasi di Kawasan Padat Industri

Diketahui, lanjut Zain, video asusila antara tersangka dan korban ternyata sudah disebar oleh tersangka sendiri ke akun media sosial Facebook miliknya dan video itu juga disebar tersangka ke teman korban melalui Facebook Messenger.

“Hingga akhirnya video tersebut tersebar luas hingga ke tetangga maupun pihak sekolah korban,” ujarnya.

Atas Kejadian tersebut, orang tua korban langsung datang ke SPKT Polres Metro Tangerang Kota untuk membuat laporan polisi guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka sudah diamankan berikut barang bukti handphone berisi rekaman perbuatan asusila tersebut, print out percakapan WhatsApp dan pakaian korban,” ungkap Kapolres.

Selanjutnya, terhadap korban dan saksi diberi pendampingan dari unit PPA dan petugas P2TP2A untuk melakukan trauma healing. Polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis.

Baca juga:  Polsek Kresek Bersama Mahasiswa Pantau Vaksinasi Door to Door di Gunung Kaler

“Sebagaimana di maksud dalam Pasal 76D jo pasal 81 dan atau Pasal 76E jo pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dan atau Pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau pas 29 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi,” ungkapnya.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun hingga 12 tahun menyangkut kesusilaan/eksploitasi seksual terhadap anak,” pungkas Zain.

(Rud/Rdk)

Advertisement
Scroll to Continue With Content

Iklan