Havidz mengakui saat ini masih memiliki sejumlah kendala dalam proses pengelolaan bank sampah, diantaranya modal, lahan dan perlengkapan penunjang seperti alat transportasi pengangkut sampah non organik.
Di tempat terpisah, Camat Mauk Arif Rahman Hakim mengatakan bank sampah merupakan bagian dari program penataan wilayah di Desa Ketapang.
“Nanti juga, kami ingin sampah dari objek wisata mangrove di Desa Ketapang dapat dikelola dengan bank sampah tersebut,” kata Arif melalui sambungan telepon.
Dikatakan Arif, dirinya akan memfasilitasi kebutuhan bank sampah, mulai dari alat tranportasi pengangkut, mesin cacah dan mesin cetak.
“Jadi, kami ingin bank sampah bukan sekedar mengumpulkan sampah dan menjualnya, tapi bank sampah dapat memproduksi barang untuk nelayan ataupun warga di Desa Ketapang,” jelasnya. (Dhi/Red)



