Beli Laptop Curian, WNA Dibekuk Satreskrim Polresta Bandara Soetta

Penulis -

Rabu, 30 Desember 2020 - 15:18 WIB

Polresta Bandara Soekarno Hatta gelar konferensi pers ungkap kasus pencurian laptop. (Foto: Rahmat Arif Hidayat/infotangerang.co.id)

Polresta Bandara Soekarno Hatta gelar konferensi pers ungkap kasus pencurian laptop. (Foto: Rahmat Arif Hidayat/infotangerang.co.id)

TANGERANG – Kejahatan bukan semata-mata karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan, waspadalah, waspadalah! Mengutip perkataan almarhum bang napi pada acara “sergap” di salah satu tv swasta.

Ucapannya tak hanya slogan semata, pasalnya peringatan tersebut memang benar adanya. Seperti kasus pencurian laptop yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Polresta Bandara Soekarno Hatta berhasil membekuk 3 orang pelaku pencurian laptop, satu warga negara asing (WNA). Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menjelaskan kejadian berawal dari sebuah laptop tertinggal, saat itu sedang di-charge. Korban atas nama Mochamad Arif Nurochman tengah menunggu pesawat di gate 17 keberangkatan domestik terminal 3, pada Senin (30/11).

Baca Juga :  Ditinggal Bikin Kue Selama 30 Menit, Sepeda Motor Warga Periuk Raib Digondol Maling

Sembari menunggu, ia mencharge laptop miliknya yang bertipe notebook Dell Latitude 5300 di charge center, karena akan berangkat buru-buru, mungkin lupa laptop tersebut tertinggal di charge center,” tutur Kapolres Adi Ferdian dalam konferensi pers ungkap kasus pencurian, Rabu (29/12/2020).

“Saudara Arif baru sadar laptopnya tertinggal ketika sudah sampai di Jambi,” tambahnya.

Melihat ada laptop yang tertinggal, lanjut Adi Ferdian, tersangka inisial ZN langsung mengamankan laptop tersebut. Selanjutnya, ZN mengajak seseorang inisial LI untuk menjual laptop melalui facebook.

“Laptop dibeli oleh inisial ZR warga negara Afghanistan seharga 8 juta rupiah,” ujarnya.

Baca Juga :  Terlalu! Beda Pilihan Kades, 3 Akses Jalan Desa Karang Anyar Ditutup Tetangga

Tak henti disitu, ZR hendak kembali menjual laptop tersebut karena melihat kondisi barang yang masih bagus.

“Olehnya karena laptop tersebut masih dalam kondisi bagus dan speknya juga tinggi kemudian hendak dijual kembali olehnya, dengan membeli kotak laptop agar terlihat legal dan akan dijual seharga 16 Juta rupiah,” jelas Adi.

Satreskrim langsung bergerak cepat mengamankan ZN dan LI di Batam, Kepulauan Riau pada (23/12), dan ZR yang belum sempat menjual barang bukti di tangkap di Makassar (25/12).

“Atas kejadian tersebut, tersangka dijerat pasal 362 KUHP dan pasal 372 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (Arf/Red)

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Ingin Sampaikan Pesan Ghaib, Pelaku Terobos Kediaman KH Uci Turtusi

Hukum & Kriminal

Putus Kerja, Pria di Tangerang Nekat Jadi Pengedar Sabu

Tangerang Raya

Unjuk Rasa Susulan Menolak Omnibus Law, Ditunda Akbibat Corona

Hukum & Kriminal

Gaji Tak Kunjung Cair, Pria di Kecamatan Kemiri Nekat Gantung Diri

Tangerang Raya

Tadi Pagi, Si Jago Merah Melalap Gereja Cathedral Gading Serpong

Hukum & Kriminal

Ditinggal Bikin Kue Selama 30 Menit, Sepeda Motor Warga Periuk Raib Digondol Maling

Hukum & Kriminal

Bejat! Seorang Kakek Cabuli 4 Anak di Jatiuwung

Kota Tangerang

Dampak Corona, 3.042 Pekerja Di Kota Tangerang Kena PHK, ini Tanggapan Walikota