​”Pak Menteri meminta Bapak-Ibu untuk juga memberikan atensi kepada persoalan-persoalan batas daerah, kabupaten, kota, dan desa, dan lain-lain. Ini kita ingin selesaikan secara dicicil oleh teman-teman di Adwil. Nah itu arahan dari Pak Menteri yang harus saya sampaikan,” terangnya.

​Jaga Standar Pelayanan Publik
​Di sisi lain, Bima mengingatkan agar pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) tidak kendor, meskipun ada penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD). Ia meminta kepala daerah menghindari kinerja rendah (underperform) dan terus berinovasi lewat kepemimpinan transformasional.

​Bima memetakan 5 tantangan utama yang dihadapi kepala daerah saat ini:

  • ​Dinamika geopolitik global.
  • ​Pengawalan program prioritas nasional.
  • Pemenuhan janji-janji kampanye.
  • ​Perkembangan algoritma media sosial.
  • Antisipasi risiko persoalan hukum.

​”Kami berharap sekali di forum ini Gubernur Kaltim sebagai Ketua [APPSI] bisa terus menginspirasi best practices masing-masing yang transformer itu, dijadikan contoh bagi yang underperformer,” tambahnya.

​Menutup arahannya, Bima mengajak kepala daerah berfokus pada pertumbuhan ekonomi untuk menyokong program prioritas.

​Mengutip pemikiran ekonom peraih Nobel, Robert E. Lucas Jr., dalam “On the Mechanics of Economic Development”, Bima menekankan bahwa pembangunan sejati tidak hanya bertumpu pada investasi fisik atau teknologi, melainkan pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

​”Jadi mari kita sama-sama belajar dan kuatkan bagaimana membangun ekosistem di sini,” tandasnya.

​Sebagai informasi, Raker ini turut dihadiri oleh Ketua Umum APPSI sekaligus Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, jajaran gubernur dan perwakilan provinsi se-Indonesia, serta para pengurus dan dewan pakar APPSI.

​(Ard/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *