​Dalam acara tersebut, Wamendagri juga menyempatkan diri meninjau stan inovasi para peserta PFmuda. Salah satu yang mencuri perhatiannya adalah inovasi alat budidaya yang mampu meningkatkan nilai ekonomi rajungan melalui ekosistem berkelanjutan.

​”Inovasi budidaya rajungan ini sangat skillful. Dan kemampuan memasarkannya menunjukkan jiwa fighter. Saya sangat mengapresiasi, semoga ini bisa ditularkan secara luas,” tambah Bima.

​Ia berharap, inisiatif dari Pertamina Foundation ini bisa menjadi role model bagi para kepala daerah di Indonesia untuk mendorong inovasi melalui kolaborasi.

​”Bayangkan jika inspirasi ini menular ke seluruh kepala daerah. Lewat kolaborasi, sinergi, dan co-creation, kemajuan daerah pasti terwujud,” pungkasnya.

​Sebagai informasi, agenda ini juga turut dihadiri oleh Direktur Operasional Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana, VP CSR & SMEPP PT Pertamina Rudi Arifianto, serta ratusan mahasiswa Universitas Pertamina.

​(Ard/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *