“HPN 2026 di Banten tidak hanya seremoni. Kita ingin insan pers memahami sejarah, budaya, sekaligus potensi alam daerah. Dari Keraton Surosowan, Museum Multatuli, hingga Pantai Anyer dan Carita, semuanya menjadi ruang refleksi,” ujar Firdaus.
Menurutnya, kunjungan ke destinasi wisata Anyer dan Carita juga menjadi momentum memperkenalkan potensi pariwisata Banten kepada jaringan media siber nasional.
“Keindahan alam Anyer dan Carita adalah kekuatan Banten. Media memiliki peran strategis untuk mempromosikan potensi daerah secara profesional dan berimbang,” tambahnya.
Rangkaian Ekspedisi Budaya tersebut mempertegas bahwa HPN 2026 di Banten tidak hanya meninggalkan legacy pembangunan fisik seperti Monumen dan Museum Media Siber Indonesia, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya sejarah, budaya, dan kekayaan alam dalam perjalanan pers nasional.
(Ard/Rdk)



