Ketua FWJ Indonesia DPW Banten, Robby Liu, mengatakan seharusnya pemerintah segera mengambil tindakan yang tegas, karena masyarakat menderita kebanjiran sudah cukup lama dan keselamatan warga harus menjadi prioritas.
“Karena kita ketahui dampak banjir yang terlalu lama dapat menimbulkan berbagai penyakit kulit serta wargapun sulit untuk melakukan aktifitas. Apa lagi sebentar lagi kita memasuki bulan suci ramadhan bagaimana warga mau melaksanakan puasa dan ibadah kalau kondisi lingkunganya masih terendam air,” tegas Robby.
“Sebagai wadah wartawan dan kontrol sosial kami punya hak untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Seperti diketahui, seminggu yang lalu, Jumat (11/2/2022) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Tangerang yang terdiri dari Sekban BPBD Tifna Purnama, Kasi Pembangunan dan Pemeliharaan SDA pada DBMSDA Agung Rumedi, Sekcam Teluknaga Tatang, Kades Tanjung Pasir Arun, Pengurus Forum PRB Firma Sinaga dan Sujito Staf Relokasi PT Agung Sedayu Group telah terjun langsung melihat kondisi banjir di Kampung Gaga.
Dalam kunjungannya, Sekban BPBD Tifna Purnama menjelaskan situasi banjir yang ada di Kampung Gaga sifatnya darurat. Pemkab Tangerang terus berupaya mencari solusi untuk menangani banjir yang tidak kunjung surut tersebut.
“Situasi ini sifatnya darurat penanganan, karena genangan air yang sudah terlalu lama. Kami mencoba untuk melakukan upaya-upaya penanganan banjir tersebut, makanya kami undang pihak-pihak terkait seperti DBMSDA, desa, kecamatan serta pengembang PT Agung Sedayu Group, secepatnya situasi ini harus ditangani,” tutur Tifna.
(Jar/Fan)



