Seperti yang ditulis Usmar Usman, penulis buku Ruuhi dan Novel Perjalanan Menuju Cahaya, bahwa Novel Handaru adalah sebuah novel dan sekaligus tokoh utama dalam kisah pengorbanan cinta anak manusia.
Target film dari cerita novel ini, kata Roy bisa dipastikan adalah remaja usia 17 hingga 25 tahun. Drama hubungan cowok dan cewek, bumbu bumbu konflik dalam keluarga salah satu tokoh utama. Karena Guru dan murid itu adalah ayah Handaru, sebagai tokohnya. Pengayom yang bijak dan arif untuk anaknya. Melimpah energi mengasihi dan menyayangi kepada putra bungsunya.
“Handaru, sang putra ragil adalah murid merangkap guru. Mengajarkan tentang hakikat kepatuhan, penghormatan, dan pengabdian kepada orang tuanya tentang wujud bakti dan derma atas nama cinta. Melanny mengajari Handaru. Bahwa cinta sejati itu tidak mesti berlabuh ditanjung harapan, mahligai sakral perkawinan. Cinta sejati itu, melepaskan dan memerdekakan,” kata Roy.
Perawan berhijab dan religius, Meisya. Sosok istri setia, tekad dan semangat yang kuat dalam pengorbanan dan pengabdian kepada suami dan anak-anaknya. Memberi hikmah dan menunjuki peta jalan kepada Handaru. Bahwa loyalitas dan militansi itu adalah wujud saripati cinta. Sosok gadis Aruni mengajari Handaru bahwa martabat itu, adalah adab, norma, etika, dan estetika. Bahwa samudera cinta sejati itu adalah resiko dan kehormatan.
“Kepiawaian membuat alur sungai cinta yang meliuk-liuk, tenang, dan berombak besar akan dapat dipetik hikmahnya setelah membaca novel ini, apalagi nanti kalau sudah jadi film. Terima kasih berdaun-daun, kata pak Umar Usman karena Tuhan telah mentakdirkan dirinya membacanya, Handaru,” tutup Roy. (Rud/Red)



