“Saya tidak tahu menahu perihal surat itu dan saya tidak pernah menyuruh staf saya bikin surat untuk minta THR,” terang Ade saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2020) malam.
Ia juga mengaku baru mengetahui beredarnya surat tersebut. Dirinya pun sudah menegur oknum Sekdes dan memerintahkan agar surat itu ditarik kembali.
“Yang bersangkutan sudah saya tegur dia juga sudah mengaku salah,” imbuhnya.
Ade juga mengatakan, Sekdesnya itu mengaku bahwa surat permintaan THR itu dibuat lantaran dalam kondisi terdesak karena hingga saat ini penghasilan tetap (siltap) bagi perangkat desa belum juga turun.
Ia juga membantah surat itu dibuat untuk kepentingan pribadi, ia juga menegaskan sampai surat itu ditarik kembali belum ada sepeser pun uang THR yang diterima oleh pihak Desa Cikuya.
“Tidak ada motif untuk pribadi mungkin dia memikirkan bagaimana honor perangkat desa seperti untuk amil ini belum juga turun,” jelasnya. (Map)


