Close Ads
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Advertisement


Farha Diba Jadi Korban Penipuan Properti, Sang Lawyer Dedi Dj: Modus Keuntungan Berlipat

Hukum & Kriminal, Tangerang Selatan  

Advertisement

TANGERANG SELATAN – Berawal dari ajakan bisnis properti bersama Raduseh Sebayang dengan modus keuntungan berlipat. Bisnis tersebut ternyata tidak ada. Farha Diba mengalami kerugian miliaran rupiah akibat bisnis bohong tersebut. Farha Diba adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Paradigma Baru Tangerang Selatan.

Berdasarkan laporan Dedi Junaedi sebagai kuasa hukum dalam mendampingi kliennya, Farha Diba sebagai korban, Polres Tangerang Selatan telah mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan dengan nomor: SP. Lidik/3428/Vlll/2020 Reskrim tertanggal 10 Agustus 2020.

Baca juga:  Pilar Saga Ichsan: Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi untuk Kemajuan Suatu Kota

Dedi Junaedi yang akrab disapa Dedi Dj mengatakan, kami bersama Farha Diba hari ini memenuhi panggilan penyidik Polres Tangsel, guna dimintai keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan atas kasus dugaan penggelapan dan atau penipuan penyerobotan tanah yang diduga dilakukan Raduseh Sebayang.

Tim Pengacara Farha Diba (foto: istimewa).

“Kejadian pada Januari 2020 lalu. Dimana klien saya mengalami kerugian kurang lebih 1 miliar rupiah, berupa sertifikat dan rumahnya,” kata Dedy Dj kepada infotangerang.co.id, Rabu (19/8/2020).

Kronologinya terjadi pada tahun 2010, lanjut Dedy Dj menjelaskan, berawal dari sebuah ajakan bisnis properti di wilayah Parung Bogor oleh Raduseh Sebayang yang pada saat itu sedang membutuhkan modal dan membujuk Farha Diba berbisnis dengan iming-iming mendapat keuntungan berlipat.

Baca juga:  Terjebak di Plafon Minimarket, Pria Apes Warga Cilegon Ilir Ditangkap Polisi

Advertisement

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement