Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
15 hari
Menuju Pelantikan Pengurus SMSI Kabupaten Tangerang

Farha Diba Jadi Korban Penipuan Properti, Sang Lawyer Dedi Dj: Modus Keuntungan Berlipat

Hukum & Kriminal, Tangerang Selatan  

Advertisement

TANGERANG SELATAN – Berawal dari ajakan bisnis properti bersama Raduseh Sebayang dengan modus keuntungan berlipat. Bisnis tersebut ternyata tidak ada. Farha Diba mengalami kerugian miliaran rupiah akibat bisnis bohong tersebut. Farha Diba adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Paradigma Baru Tangerang Selatan.

Berdasarkan laporan Dedi Junaedi sebagai kuasa hukum dalam mendampingi kliennya, Farha Diba sebagai korban, Polres Tangerang Selatan telah mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan dengan nomor: SP. Lidik/3428/Vlll/2020 Reskrim tertanggal 10 Agustus 2020.

Dedi Junaedi yang akrab disapa Dedi Dj mengatakan, kami bersama Farha Diba hari ini memenuhi panggilan penyidik Polres Tangsel, guna dimintai keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan atas kasus dugaan penggelapan dan atau penipuan penyerobotan tanah yang diduga dilakukan Raduseh Sebayang.

Baca juga:  Mulai Hari Ini Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Berikut Rinciannya
Tim Pengacara Farha Diba (foto: istimewa).

“Kejadian pada Januari 2020 lalu. Dimana klien saya mengalami kerugian kurang lebih 1 miliar rupiah, berupa sertifikat dan rumahnya,” kata Dedy Dj kepada infotangerang.co.id, Rabu (19/8/2020).

Kronologinya terjadi pada tahun 2010, lanjut Dedy Dj menjelaskan, berawal dari sebuah ajakan bisnis properti di wilayah Parung Bogor oleh Raduseh Sebayang yang pada saat itu sedang membutuhkan modal dan membujuk Farha Diba berbisnis dengan iming-iming mendapat keuntungan berlipat.

“Minta di support modal oleh klienku, Farha Diba menyanggupi dan kasih modal yaitu berupa sertifikat rumah yang objek rumahnya di daerah bogor seluas 400 meter seharga 1 miliar, dan di iming-iming mendapat keuntungan 2 miliar,” kata Dedy Dj.

Ironisnya bisnis properti ternyata tidak ada, kliennya merasa tertipu dan meminta sertifikat rumahnya dikembalikan.

Baca juga:  Pendaftaran Kartu Pra Kerja Resmi Dibuka Malam Ini

“Bisnis itu tidak ada alias bohong, kemudian klien kami minta sertifikat rumah untuk dikembalikan namun hanya janji-janji saja,” terang Dedy Dj menambahkan.

Belakangan diketahui pada Januari 2020 bahwa rumah Farha Diba diduga telah dijual oleh saudara Raduseh Sebayang.

“Rumah klien kami ternyata telah dijual secara diam-diam oleh saudara terlapor kepada saudara Nurdin,” tandas Dedy Dj.

Perlu diketahui, Dedi Junaedi, Sunan Kalijaga, dan Hamid ditunjuk Ketua Kadin Paradigma Baru Tangsel Farha Diba sebagai kuasa hukum. Pengacara Dedi Junedi melaporkan Raduseh Sebayang ke Polres Tangerang Selatan atas dugaan tindak pidana penggelapan dan atau penipuan, mengambil atau merebut tanah milik orang lain demi mengambil keuntungan pribadi. (Dhi/Red)

Advertisement
Scroll to Continue With Content

Iklan