Sementara itu, CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap mengatakan pembangunan kawasan Digital Hub yang digadang-gadang menjadi silicon valley Indonesia akan turut serta membantu pemerintah dalam mengembangkan ekosistem digital tersebut.

“Bukan hanya dari sisi kontem kreator, tapi kami pun juga siap membantu pemerintah dari sisi lokasi, untuk menampung para start up dalam mengembangkan bisnisnya,” ujarnya.

Founder dan CEO Social Bread, salah satu startup yang menjembatani UMKM dengan para konten kreator, Edho Zell mengatakan, pihaknya menjembatani UMKM agar dapat maju dengan memanfaatkan digitalisasi teknologi dan sosial media. Sehingga UMKM brand lokal bisa berkembang dan terus maju.

“Ada 70 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang  sudah bekerja sama dengan memanfaatkan pemasaran digital. Hal ini karena melihat ke depan bahwa ekonomi kreatif akan menjadi pemulihan ekonomi nasional dengan adanya isu potensi resesi di 2023,” ungkap Edho.

Masih kata Edho, media promosi yang tarifnya murah, praktis dan luas jangkauannya sangat membantu para UMKM memasarkan produknya tanpa harus sulit melakukan pengambilan gambar atau editing.

“Disini tarif mulai Rp 80 ribu. Mereka (UMKM) bisa bekerja sama dengan para pelaku media sosial untuk promosi dagangannya,” ucapnya.

(Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *