INFOTANGERANG.CO.ID – Gubernur Banten, Andra Soni, mengambil langkah strategis dengan memperluas jangkauan kebijakan sekolah gratis. Tak hanya menyasar jenjang SMA, SMK, dan SKh, akses kemudahan pendidikan kini juga mulai mencakup Madrasah Aliyah (MA) sebagai wujud keadilan akses bagi seluruh siswa.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang menempuh pendidikan di lingkungan keagamaan juga mendapatkan hak dan kesempatan yang setara. Tidak ada sekat, semua harus terbantu,” tegas Andra Soni kepada awak media, Selasa (5/5/2026).
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemprov Banten tengah memperkuat sinergi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) setempat. Andra menegaskan, kebijakan yang mulai berjalan sejak 2025 ini akan terus dievaluasi agar manfaatnya semakin terasa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaludin, memaparkan bahwa implementasi perluasan program ditargetkan mulai berjalan efektif pada Juli 2026, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru.
“Saat ini kami sedang intensif berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag. Insya Allah pelaksanaannya dimulai bulan Juli,” ujar Jamaludin.
Pihaknya masih melakukan penghitungan teknis terkait jumlah sekolah yang akan terlibat dan besaran bantuan yang akan disalurkan. Skemanya akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan serta kemampuan fiskal daerah.
“Besaran bantuannya akan kami sesuaikan dengan rata-rata biaya operasional. Tujuannya: memastikan tidak ada anak di Banten yang berhenti sekolah hanya karena masalah ekonomi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, sekolah mitra diwajibkan membebaskan biaya seperti SPP dan operasional lainnya. Pemprov Banten menegaskan akan melakukan pengawasan ketat. Jika ditemukan pelanggaran atau penyimpangan, sanksi penghentian kerja sama siap diberlakukan demi menjaga integritas program.
(AD/Rdk)



