Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Advertisement


Hendak Transaksi, Pengedar Belasan Kilogram Narkotika Dibekuk Polisi

Hukum & Kriminal, Kota Tangerang  

Advertisement

KOTA TANGERANG – Narkotika jenis ganja seberat 14 kilogram dan sabu 400 gram berhasil digagalkan oleh Sat Resnarkoba Polres Metro Tangerang Kota pada saat hendak diedarkan oleh pelaku.

Ganja belasan kilogram tersebut disita polisi saat transaksi di rest area Karang Tengah pada 22 Juli 2020 dengan mengamankan tiga orang tersangka serta sabu di daerah Grogol Jakarta Barat dengan satu orang tersangka.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto didampingi Kasat Narkoba AKBP Pratomo Widodo saat konferensi pers di lobby Mapolres, Selasa (04/8/2020).

Baca juga:  Rencana Pembangunan di Tahun 2021, Pemkot Tangerang Fokus Terhadap 3 Prioritas

“Untuk barang bukti ganja, ada 3 tersangka berhasil diamankan yakni inisial YK (27), DP (25) dan ML (21), sementara untuk sabu 1 tersangka,” kata Sugeng Hariyanto.

Sugeng mengatakan bahwa ganja tersebut merupakan jaringan Aceh – Sukabumi yang rencananya akan didistribusikan para tersangka ke daerah Jakarta dan Sukabumi.

“Tangerang merupakan jalur transit yang digunakan untuk melakukan transaksi. Bahkan saat di introgasi, para tersangka mengaku setiap transaksi di kirim 100 kilogram dari Aceh,” jelasnya.

Namun saat dilakukan penggeledahan di gudang penyimpanan di daerah Kabupaten Lebak, sisa barang haram tersebut semuanya telah dikirim dan hanya menemukan sisa batang ganja dan karung bekas.

Baca juga:  Dinas Perindagkop UKM Kota Tangerang Menghentikan Sementara Pendataan UMKM

Dari total barang bukti yang berhasil disita, lebih lanjut Sugeng mengatakan dapat menyelamatkan sebanyak 43.502 Jiwa dari ketergantungan penyalahgunaan narkoba.

“Keempat tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara atau seumur hidup dan atau pidana mati,” pungkasnya. (Fan/Red)

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement