“Pembuktian dari penggunaan Dana Otsus yang baik adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Kita tidak hanya berbicara tentang anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut mampu memberdayakan orang asli Papua dan menggerakkan ekonomi daerah,” kata Ribka menambahkan.
Lebih lanjut, Ribka menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sektor-sektor produktif berbasis potensi lokal agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Melalui pengembangan kakao dari hulu hingga hilir seperti ini, kita ingin memastikan bahwa nilai tambah ekonomi dinikmati oleh masyarakat Papua sendiri. Inilah semangat otonomi khusus yang sesungguhnya.
Pemerintah akan terus mendengar aspirasi masyarakat dan mendukung pengembangan komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan orang asli Papua,” pungkasnya.
Kunjungan kerja tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pelaksanaan Otsus Papua berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu mendorong pengembangan sektor-sektor unggulan berbasis potensi lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Papua, khususnya OAP.
(Ard/Rdk)



