Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Advertisement


Ini Cara DPPPA Kabupaten Tangerang Tekan Kasus KDRT, Bullying dan Pelecehan Seksual

Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman mengatakan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa serta kepada sekolah-sekolah SMA, SMP, SD maupun pondok pesantren.

Kabupaten Tangerang  

Editor: Hendra Gunawan

Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman. (Dok. Diskominfo Kabupaten Tangerang/infotangerang.co.id)
Advertisement

KABUPATEN TANGERANG Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang terus berupaya menekan angka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di lingkungan masyarakat. Demikian juga dengan kasus-kasus kekerasan kepada anak, bullying (perundungan), dan pelecehan seksual.

Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman mengatakan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa serta kepada sekolah-sekolah SMA, SMP, SD maupun pondok pesantren.

“Kami selalu rutin mengadakan sosialisasi dan mengundang para tokoh-tokoh masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan, desa untuk bisa memanfaatkan materi-materi yang kami sampaikan,” tuturnya.

Baca juga:  Danramil 01 Teluknaga Imbau PPKM dan Patuhi Prokes di Pasar Kampung Melayu

Pada tahun 2023, DPPPA Kabupaten Tangerang mendirikan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). UPTD ini bertujuan untuk menekan kasus-kasus kekerasan kepada anak, bullying di sekolah, pelecehan seksual dan KDRT.

Terlebih pada kasus KDRT yang bisa berakibat perceraian. Untuk itu, masyarakat yang mengalami permasalahan dan  kasus-kasus kekerasan kepada anak, bullying di sekolah, pelecehan seksual dan KDRT bisa langsung melakukan pengaduan melalui aplikasi Si Sabar.

Baca juga:  Diduga Belum Kantongi Izin, Warga Keluhkan Bau dan Debu dari TPS Suvarna Sutera

“Pada tahun 2022 kami menerima laporan KDRT sebanyak 192 kasus, kemudian dengan berdirinya UPTD PPA bisa menurun sebanyak 174 kasus. Kami terus berupaya untuk menekan angka kekerasan kdrt tiap tahunnya bisa menurun,” ujarnya.

Dia berharap, kehadiran UPTD PPA bisa membantu permasalahan-permasalahan kasus KDRT maupun permasalahan untuk perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Tangerang.

Follow Berita infotangerang.co.id di Google News

(Hnd/Rdk)

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement