Masih kata Wahyu, wilayah Kabupaten Tangerang memiliki karakteristik potensi bencana banjir. Guna mengantisipasi potensi bencana itu diperlukan kesiapsiagaan semua aspek. Namun juga diperlukan adanya perubahan perilaku.
“Masyarakat harus mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan pengelolaan sampah yang baik, tidak dibuang sembarangan, dan adanya keaktifan untuk terus memonitor saluran air,” terang Wahyu.
Respon yang cepat, lanjut Wahyu, perangkat pemerintah harus berpadu dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam penanganan bencana. Dengan demikian, upaya penanggulangan bencana secara komprehensif dapat berjalan cepat, tepat, efisien, dan efektif.
“Mari kita senantiasa waspada dan selalu berdoa serta mengubah perilaku kita. Karena atas izin-Nya, bencana bisa saja kita cegah dengan penanganan yang benar,” tuturnya. (Dhi/Red)

