6. Isolasi sosial

Merasa terisolasi atau kesepian tanpa dukungan sosial yang memadai dapat meningkatkan risiko bunuh diri.

7. Akses ke metode bunuh diri

Ketersediaan alat-alat atau metode bunuh diri seperti senjata api atau obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan risiko.

8. Penyalahgunaan zat

Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan juga dapat meningkatkan risiko bunuh diri.

9. Perasaan putus asa

Merasa sangat putus asa, tanpa harapan, atau tidak mampu mengatasi kesulitan dalam hidup dapat memicu pemikiran bunuh diri.

10. Gangguan tidur

Masalah tidur, termasuk insomnia, dapat meningkatkan risiko bunuh diri.

“Bunuh diri tidak terjadi hanya karena satu faktor tunggal. Biasanya, ada kombinasi faktor yang mempengaruhi seseorang,” ujar dr. Uliandri Amrullah, SpKJ.

“Kesehatan jiwa adalah hal terpenting dalam hidup, maka dari itu kita harus merawat dan menjaga jiwa kita. Jiwa yang sehat adalah kunci kebahagiaan,” imbuhnya.

Follow Berita infotangerang.co.id di Google News

(Mad/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *