“Rencananya hari Jumat pagi, sambil kegiatan Jumsih (Jumat Bersih), mau dibuat saluran,” ungkap Samsudin saat dihubungi.

Warga menilai birokrasi di Kabupaten Tangerang seolah kehilangan kreativitas dalam menangani masalah darurat. Opsi kolaborasi dengan instansi lain, seperti pemadam kebakaran untuk meminjam selang dan mesin pompa berkapasitas besar, seharusnya bisa menjadi solusi cepat dibandingkan membiarkan warga menunggu jadwal rutin mingguan.

Kini, warga hanya bisa menanti apakah janji “Jumat Bersih” tersebut benar-benar akan menjadi solusi permanen, atau kembali menjadi rangkaian janji yang surut sebelum dikerjakan.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *