KOTA TANGERANG – Puasa Ramadhan 2022 tinggal menghitung hari, ketersediaan komoditi pangan di Pasar Anyar, Sukasari, Kecamatan Tangerang terpantau stabil. Namun untuk harga setiap komoditi bahan pangan bervariasi.
Kepala Pengelola Pasar Anyar, Ahmad Juhaeni mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Polres, BPS, dan juga Bulog. Stok pangan yang disediakannya untuk pedagang sangat tersedia di bulan Ramadhan, namun untuk harganya bervariasi.
“Sesuai data memang stok aman ya sampai bulan Ramadhan hingga lebaran. Tapi kalau harga variatif ada yang naik, ada yang turun,” kata Ahmad saat diwawancarai infotangerang.co.id, Senin (28/3/2022).
Untuk harga sayuran seperti cabai, kentang, dan lainnya itu menurun, sedangkan harga telur dan gula merangkak naik. Berbeda dengan harga daging ayam dan kerbau, tidak mengalami kenaikan harga maupun penurunan.
“Kenaikan itu di telur tadinya 24 ribu per kilo, sekarang 26 ribu per kilo. Yang lainnya turunlah, cabai turun, sayuran turun. Daging ayam belum ada kenaikan juga belum ada penurunan,” ujarnya.
“Kalo yang sering naik (harganya) menjelang bulan puasa, itu pasti telur, dan oh iya gula juga sekarang sedang merangkak naik. Untuk yang lain lain sih kita anggap normal tapi nanti seminggu sebelum lebaran tuh pasti pada naik, kecuali daging ayam malah turun,” lanjutnya.
Ahmad juga menjelaskan, pemasokan minyak goreng premium atau kemasan, saat ini dibilang mudah didapat, namun untuk minyak goreng curah tergolong sulit didapat. Maka dari itu Selasa 29 Maret 2022 diadakan pendistribusian minyak goreng curah untuk pedagang di Pasar Anyar.
“Kalau untuk premium atau kemasan itu lancar, walaupun terbatas ya tapi pendistribusiannya lancar dari sales maupun agen, tapi kalo minyak curah ya langka ya. Makanya besok jam 9 pagi ada pendistribusian minyak curah di Pasar Anyar untuk pedagang,” jelasnya.
“Minyak goreng kemasan per liter itu 25 ribu, itu per liter, kalo yang untuk per 2 liter itu ada yang 48 ribu ada yang 50 ribu berdasarkan merek,” sambungnya.
Kenaikan harga telur tersebut juga diungkapkan Robi salah satu pedagang telur di Pasar Anyar. Robi mengatakan kenaikan harga telur nantinya akan naik secara perlahan, bahkan bisa mencapai Rp 35.000.
“Biasanya perkilonya tuh harga termahalnya 35 ribu per kilo, ini baru 25 ribu per kilo tapi gak sampai disitu aja nanti dia naik terus sampai harga tertingginya tadi,” sebut Robi.
(Fat/Fan)



