“Tujuan dibentuknya posko untuk mensosialisasikan ke masyarakat tentang pencegahan virus corona ini, sekaligus untuk segera melakukan koordinasi dan melaporkan segala informasi dilingkungan,” ujar Ujang.
“Saya bentuk satgas, bukan hanya ada poskonya saja orangnya tidak ada,” tambah Ujang.
Kaitannya dengan ibadah, Ujang mengungkapkan, bukan suatu persoalan, beribadah seperti biasa, hanya saja ada pembatasan jumlah jamaah.
“Ibadah berjalan seperti biasa, kalau ibadah yang mengumpulkan banyak orang kita tidak tau kalau ada yang terpapar Corona, satu ODP. Satu orang dinyatakan positif atau terdampak corona, maka semua akan dikarantina, jelas Ujang.
Ujang berpesan agar selalu jeli setiap gejala yang timbul, jangan sampai nanti akan berimbas dilingkungan, menurutnya, dalam menghadapi pandemi ini tak perlu panik namun tetap waspada.
“Tak perlu panik, tetapi harus waspada, taati aturan pemerintah, dan selalu jaga kebersihan lingkungan, jangan lupa untuk selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, jangan keluar rumah kalau tidak penting,” pesan Ujang. (Fand)

