Pada kasus ringan, fokus penanganan utama adalah memastikan tubuh mendapatkan asupan cairan yang cukup secara bertahap. Larutan oralit sangat disarankan untuk mengganti elektrolit yang hilang akibat diare.

• Atur Asupan: dr. Muhammad Fadil mengingatkan agar pasien tidak memaksakan makan dalam jumlah banyak saat masih mual. “Yang lebih penting adalah menjaga asupan cairan. Setelah kondisi mulai membaik, makanan bisa diberikan kembali secara bertahap,” jelasnya.
• Hindari Antibiotik Sembarangan: Masyarakat diimbau untuk tidak minum antibiotik tanpa resep dokter, sebab tidak semua penyakit makanan disebabkan oleh bakteri atau membutuhkan antibiotik.
• Kapan Harus ke Dokter? Segera cari pertolongan medis jika muntah/diare terus-menerus, tubuh sangat lemas, sulit minum, mengalami nyeri perut hebat, BAB berdarah, atau demam tinggi.

“Jangan menunggu sampai semakin lemas. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tegas dr. Muhammad Fadil.

5 Kunci Pencegahan Pangan ala WHO

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berdasarkan panduan Five Keys to Safer Food dari WHO, berikut langkah sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari:
1. Menjaga Kebersihan: Biasakan mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, serta usai dari toilet.
2. Memisahkan Pangan Mentah dan Matang: Gunakan alat yang bersih untuk menghindari kontak langsung antara bahan mentah dan makanan siap saji.
3. Memasak hingga Matang Sempurna: Pastikan daging, unggas, telur, dan hidangan laut dimasak matang untuk mematikan mikroorganisme berbahaya.
4. Menyimpan di Suhu Aman: Jangan biarkan makanan matang terlalu lama di suhu ruang; segera simpan makanan yang mudah rusak pada suhu yang sesuai.
5. Memakai Air dan Bahan Aman: Pilih bahan pangan berkualitas, cek tanggal kedaluwarsa, dan pastikan air untuk minum serta memasak benar-benar aman.

Ditekankan dr. Muhammad Fadil, bahwa pencegahan berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil di dapur.

“Pencegahan sebenarnya dimulai dari hal sederhana, yaitu menjaga kebersihan, mengolah makanan dengan benar dan menyimpan makanan secara aman. Kalau sudah muncul gejala berat, segera cari pertolongan medis,” pungkasnya.

(Mad/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *