Kuasa Hukum KSP PUM Bantah Ada Pengeroyokan Saat Rapat Khusus

Penulis -

Kamis, 25 Februari 2021 - 18:17 WIB

Foto: Kuasa hukum KSP PUM, M. Ali dan Rekan. (dok. iglobalnews.co.id)

Foto: Kuasa hukum KSP PUM, M. Ali dan Rekan. (dok. iglobalnews.co.id)

TANGERANG – Kuasa hukum Koperasi Simpan Pinjam Pelangi Usaha Muda (KSP PUM) M. Ali membantah berita yang beredar tentang pengeroyokan pada seorang pengacara bernama Fikrii pada saat rapat khusus restrukturisasi KSP PUM, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, rapat yang dilakukan secara terbatas di restoran remaja kuring tersebut memang sempat ricuh namun tidak ada pengeroyokan.

“Tak ada yang namanya pengeroyokan. Itu hanya spontanitas anggota saja. Mereka menganggap saudara Fikri bertindak arogan karena menggebrak meja saat berbicara,” turur M. Ali, Kamis (25/2/2021).

“Kalo dikeroyok tentu babak belurlah. Karena di dalam rapat itukan ada sekitar 30 orang anggota KSP PUM, pasti wajahnya sudah gak karuan lagi kalau dikeroyok,” tambahnya.

Ali yang berprofesi sebagai Lawyer dan Anggota KSP PUM ini sangat menyayangkan persoalannya jadi melebar.

“Sebenarnya rapat itukan dilakukan untuk pergantian ketua dan pengurus, hanya untuk anggota. Jadi sebenarnya Rifki itu bukan kuasa hukum KSP PUM seperti yang diberitakan. Sayalah yang kuasa hukum KSP PUM. Saat rapat berlangsung saya tidak bertindak sebagai kuasa hukum, tetapi bertindak sebagai moderator saja. Entah kenapa dan siapa yang mengundang saudara Fikri datang dan memperkenalkan diri sebagai kuasa hukum ketua lama Khodri Butar,” jelasnya.

Baca Juga :  Akibat Virus Corona, Perusahaan Pers 'Lesu'

“Akhirnya Fikri ikut berbicara dalam rapat tersebut dan sempat memanas hingga menggebrak meja. Ya spontan sebagai tuan rumah para anggota KSP PUM tersinggung. Tapi hanya ribut mulut dan selebihnya dipisah, bukan dikeroyok itu dipisah,” sambung Ali.

Kendati demikian, sosok pengacara muda ini mempersilahkan Rifki untuk menempuh jalur hukum.
“Ya silahkan saja, itu hak setiap warga negara. Namun, sebagai orang yang berpendidikan menurut saya saudara Fikri harusnya lebih bisa menahan emosi dan tak memperkeruh keadaan. Pengacara itu profesi terhormat pasti ada tempatnya sendiri untuk berdebat membela klien, yaitu di pengadilan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tok! PSBB di Tangerang Raya Sampai 3 Mei 2020

Sementara itu, M Zaini yang namanya juga disebut-sebut dalam pemberitaan sebagai ketua yang baru. Ia pun membantah berita yang beredar di beberapa media online tersebut.

“Saya ini anggota bukan ketua. Rapat kemarin itu restrukturisasi. Saat rapat disepakati Ketua lama Khodri Butar diberhentikan dengan hormat, dan digantikan oleh Yusman Efendi sebagai ketua baru, jadi bukan saya. Narasi berita yang beredar itu salah,” ujarnya.

Senada dengan Ali, Zaini juga mempersilahkan untuk menempuh jalur hukum jika tidak puas dengan hasil rapat anggota.

“Terkait hasil rapat, seyogyanya jika tidak puas lakukan dengan cara-cara santun dan elegan. Jangan gebrak-gebrak meja dan melakukan kekerasan verbal,” tandasnya. (Rud/Red)

Source: iglobalnews.co.id

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

KNPI-PMI Bagikan Masker dan Vitamin ke Warga Pinang

Tangerang Raya

Tangerang Raya Terapkan PSBB, Berikut Larangan Yang Kemungkinan Diterapkan

Kota Tangerang

305 Narapidana di Tangerang Dibebaskan Karena Corona

Tangerang Raya

Kades Tanjung Pasir Bangun Jalan Pakai Dana Talangan Pribadi

Tangerang Raya

Pangdam Jaya Tinjau Lahan Pertanian Ketahanan Pangan Mandiri di Tangerang

Tangerang Raya

Unjuk Rasa Susulan Menolak Omnibus Law, Ditunda Akbibat Corona

Kabupaten Tangerang

Malam Nisfu Sya’ban, Polsek Pakuhaji Gelar Doa dan Dzikir

Kabupaten Tangerang

Pria Dengan Gangguan Jiwa Tenggelam Di Danau Bekas Galian Di Panongan