KABUPATEN TANGERANG – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang mencanangkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Rentenir untuk melindungi warga dari jeratan utang ilegal. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Pemkab Tangerang, tokoh ekonomi syariah Banten, hingga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang.

​Ketua Umum MES Kabupaten Tangerang, Mohamad Mahrusillah, menegaskan praktik rentenir kini sudah merambah hingga ke pelosok desa. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan gerakan bersama yang terstruktur dan masif.

​”Dari Kosambi sampai Solear, masalahnya mirip: warga kepepet lalu tergiur jalan pintas hingga utangnya membengkak ratusan persen,” kata Mahrusillah.

​Ia menjelaskan Satgas Anti-Rentenir ini akan melibatkan ulama, pemerintah, ormas, wartawan, hingga mahasiswa.

​”Kalau mereka punya sindikat hitam, kita lawan dengan sindikasi putih. Ada ulama, pemerintah, ormas, wartawan, sampai mahasiswa untuk mengedukasi, menerima aduan, dan mendampingi warga,” ujarnya.

​Dukungan juga datang dari tokoh penggerak Ekonomi Syariah Banten, KH Embay Mulya Syarief. Ia menyebut praktik pinjaman ilegal bukan sekadar masalah utang-piutang, melainkan sudah merenggut ketenangan hidup warga.

​”Kasihan warga kita yang jadi korban penipuan berkedok pinjaman sampai hidupnya nggak tenang. Makanya, Satgas Anti-Rentenir ini harus benar-benar hadir dan terasa manfaatnya buat seluruh warga Tangerang,” ujar KH Embay di Pendopo Bupati Tangerang, Jumat (11/9/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *