​Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Tangerang menyiapkan alternatif pembiayaan resmi melalui BPR, PT LKM, dan UPDB agar warga tidak lagi bergantung pada rentenir.

​”Saya hadirkan UPDB, PT LKM, dan BPR. Bantu masyarakat kita yang mau pinjam, persyaratan mudah dan ringan bunganya supaya masyarakat tidak ke rentenir,” tegas Bupati Tangerang, Maesyal.

​Meski begitu, Maesyal mengingatkan agar kemudahan akses modal ini diimbangi dengan tanggung jawab dari masyarakat.

​”Kita hadir untuk memberikan solusi. Kalau diberikan kemudahan untuk pinjam, jangan lupa kewajibannya. Manfaatkan lembaga yang resmi dan jangan sampai ke rentenir,” lanjutnya.

​Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Tangerang terpilih, Hendra Wijaya, mengapresiasi langkah cepat MES, Pemkab Tangerang, dan PT LKM AKR. PWI siap berada di barisan depan untuk mengawal dan menyebarluaskan edukasi terkait bahaya pinjaman ilegal.

​”Kehadiran Satgas Anti-Rentenir menjadi angin segar bagi masyarakat, mengingat maraknya warga yang terjerat perangkap utang ilegal di wilayah Tangerang. PWI Kabupaten Tangerang akan mengawal gerakan ini, mulai dari menyosialisasikan bahaya rentenir hingga menyebarluaskan program-program edukasi,” tegas Hendra.

​(Ard/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *