“Bagaimana pesantren atau institusi pendidikan apapun harus aman. Dari sisi pemerintah daerah, ada DP3A, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama yang akan kami kuatkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Soma.
Acara ini juga diisi dengan deklarasi komitmen para kyai untuk mewujudkan pesantren yang aman dan nyaman bagi santri. Selain itu, diadakan berbagai pelatihan, termasuk pelatihan bagi para santri untuk melindungi diri dari kekerasan, pelatihan untuk muslimah agar bisa mempraktekkan pengasuhan ramah anak, serta pelatihan untuk tim media dan admin platform.
Sekretaris RMI PBNU dan Staf Khusus Menko PMK, Gus H. Ulun Nuha, menyatakan bahwa roadshow ini merupakan upaya serius untuk menanggulangi kasus kekerasan di pesantren.
“Kami ingin memperbaiki diri. Para kyai menyatakan siap dan meminta agar pesantren yang tidak berizin atau tidak layak menyandang gelar pesantren dilarang menyelenggarakan pendidikan,” pungkasnya.
(AD/Rdk)


