Gabungan mahasiswa terus berdatangan sembari membentangkan spanduk bertuliskan menolak UU Cipta Kerja tidak memihak kepada buruh.
“Apabila wali kota tidak ingin menemui kita, kita yang akan menemui wali kota,” tegas Daeng salah satu orator dari aksi unjuk rasa.
“Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja tidak mensejahterakan rakyat khususnya kaum buruh,” ujarnya.
Aksi unjuk rasa sempat menimbulkan kemacetan di sepanjang jalan raya TMP Taruna. Mereka berorasi sambil membakar ban bekas di depan Puspem Kota Tangerang. (Arf/Red).
Tag:



