“Jelas ini tidak hanya membanggakan SMPN 13 Kota Tangerang tetapi juga Kota Tangerang bahkan Provinsi Banten,” kata Sulastri yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SMPN 13 Kota Tangerang ini.
Sulastri berharap dengan diraihnya prestasi di ajang KOPSI ini bisa menumbuhkan budaya penelitian melalui berbagai karya ilmiah bagi seluruh siswa-siswi SMPN 13 Kota Tangerang.
“Tentunya kami berharap ini bukan yang pertama dan terakhir di ajang KOPSI tetapi menjadi awal diraihnya prestasi lain yang semakin tinggi,” harapnya.
Ketua Tim KOPSI SMPN 13 Kota Tangerang, Rayya Ashareksa Angkawijaya menjelaskan judul penelitian yang diambil untuk mengikuti kompetisi ini adalah ‘Pengaruh Kompos Daun Trembesi Terhadap Pertumbuhan Jumlah Daun Sawi Hijau’. Diambilnya judul tersebut untuk mengetahui pengaruh kompos daun trembesi terhadap pertumbuhan jumlah daun sawi hijau.
“Sampah daun trembesi sangat banyak di Kota Tangerang termasuk di sekolah kami. Untuk itu kami ingin bisa memanfaatkan sampah tersebut agar bisa meningkatkan hasil panen daun sawi yang permintaanya di masyarakat semakin meningkat,” ujar Rayya.


