Untuk itu Rayya berharap hasil penelitian sederhananya ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya para petani sehingga bisa meningkatkan hasil produksi yang tentunya berimbas pada peningkatan pendapatannya.
“Yang jelas kami sangat berterimakasih kepada para guru pembimbing dan pembina sehingga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi penelitian yang digelar Puspresnas, Kemdikbudristek ini,” tuturnya.
Sebelumnya Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Asep Sukmayadi saat acara pembukaan, Selasa (7/12/2021) menjelaskan lahirnya gagasan KOPSI tidak dapat dilepaskan dari upaya Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek untuk lebih mendekatkan peserta didik pada dunia sains. Menurut Asep, KOPSI merupakan wadah bagi peserta didik dalam mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017, khususnya bidang sains.
“Melalui sains dan penelitian diharapkan peserta didik mampu mengaktualisasikan minat, bakat, kemampuan dalam meneliti dan berinovasi serta menanamkan budaya meneliti di kalangan peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat belajar mengajukan gagasan secara ilmiah, serta dapat menghasilkan inovasi atas fenomena permasalahan yang hadir di lingkungannya yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” paparnya.
Asep pun mengaku sangat puas dengan penyelenggaraan KOPSI tahun ini karena walau masih di tengah pandemi Covid-19 namun diikuti secara antusias oleh para siswa. Total peserta yang mengikuti KOPSI tahun ini adalah sebanyak 2.871 peserta. KOPSI diikuti siswa dari 698 sekolah di 34 provinsi dan 1 Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Riyadh, Arab Saudi. Adapun total peserta tingkat nasional terdiri 291 peserta dan melombakan 40 naskah di 3 bidang yakni Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Seni; IImu Pengetahuan Alam dan Lingkungan; dan IImu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa.
“Saya cukup terkejut karena pada KOPSI SMP jumlah naskah yang masuk mencapai 1.061 judul. Melalui KOPSI siswa dilatih untuk percaya diri memaparkan hasil penelitiannya. Selain membuat laporan hasil penelitian, mereka juga ditantang untuk membuat poster penelitian,” jelasnya. (Fan/Red)


