“Meski tidak banyak melakukan manuver dan sosialisasi, seperti pemasangan alat peraga kampanye belakangan ini, namun karena posisi Airlangga sebagai menteri, tentu publik lebih mengenal dan menilai kinerjanya, dibandingkan AHY yang hanya ketua parpol,” katanya.

Masih menurut Nastain, Airlangga memiliki potensi yang cukup besar untuk terus meningkatkan elektabilitas, sehingga berpeluang menjadi capres potensial dari Partai Golkar.

“Kerja-kerja politik yang dilakukan secara masif akan sangat berdampak pada kenaikan elektabilitas Airlangga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, survei nasional ini mengambil sampel tersebar secara proporsional di 34 provinsi dengan 1.200 responden. Metode pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 1.200 responden yang dipilih menggunakan multistage random sampling (metode acak bertingkat). Margin of error survei ini kurang lebihnya 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 93 persen.

(Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *