Dirinya mengutip pernyataan Charles Darwin bahwa bukan spesies terkuat yang dapat bertahan, bukan pula yang paling pintar, tetapi spesies yang paling responsif dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan.
“Ketangguhan dan kualitas seorang pemimpin dapat dilihat dari kemampuan mempertahankan energinya walaupun di bawah tekanan, serta kemampuan menghadapi tantangan yang unpredictable dan unprecedented seperti Covid-19. Mengelola perubahan dan koflik menjadi peluang untuk melesat lebih jauh agar kinerja organisasinya lebih baik,” tandas Sugeng.
Sebagai informasi, acara tersebut diikuti sebanyak 40 peserta PKA angkatan IV serta para peserta Latsar angkatan VI, VII, dan VIII. Adapun kegiatan itu juga dihadiri para perwakilan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dari daerah, serta pegawai PPSDM Regional Bukittinggi.
(Rdk)



