“Faktanya, pada proses pengerokan, pembuluh darah yang dikerok akan melebar, sehingga banyak oksigen yang melalui pembuluh darah, dan itu membantu proses peradangan atau inflamasi. Jadi semisal pegal-pegal kemudian dikerok, memang akan dapat mengurangi rasa pegalnya,” ujar dr Fadli Ambara.
Proses pengerokan pun, kata dr Fadli, akan merubah biomolekuler yang ada di dalam tubuh yang dan menyebabkan perubahan di dalam tubuh. Salah satu Perubahan yang terjadi adalah peningkatan suhu tubuh yang menjadi lebih hangat sehingga menimbulkan efek nyaman, adanya peningkatan imunitas terhadap infeksi serta rasa nyaman setelah dikerok.
“Nah efek-efek tersebut yang menyebabkan banyak sekali masyarakat yang masih memilih di kerok karena timbul sensasi nyaman dan rileks setelah di kerok,” tuturnya.
Meski ada beberapa efek baik, kerokan juga memiliki efek samping yang kurang baik, yaitu efek kerokan membuat kulit menjadi lecet. Akan tetapi kerusakan kulit tersebut memang hanya pada bagian kulit atas saja (stratum corneum) yang pada dasarnya memang akan mati sendirinya (ganti kulit).
“Scraping treatment atau kerokan itu memang bisa jadi salah satu alternatif untuk mengurangi gejala pegal-pegal, kembung atau sering disebut masuk angin. Hanya saja tetap jika gejalanya berlanjut harus segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat,” jelas dr. Fadli Ambara.
(Mad/Rdk)



