KESEHATAN – Di beberapa daerah di Indonesia penggunaan minyak goreng bekas atau minyak jelantah masih sering terjadi.
Beberapa orang memilih untuk menggunakan minyak goreng bekas karena harganya yang lebih murah.
Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah digunakan secara berulang kali. Penggunaan minyak jelantah berulang kali berbahaya bagi kesehatan.
Bahaya penggunaan minyak jelantah
Penggunaan minyak jelantah sampai tiga kali dianggap masih aman, dan tidak membahayakan tubuh. Hindari minyak dengan pemakaian lebih dari tiga kali atau minyak yang sudah berwarna kehitaman.
Minyak goreng yang digunakan secara berulang-ulang kali, sampai minyak berubah warna menjadi kehitaman, akan mulai teroksidasi.
Gugus peroksida dan monomer siklik terbentuk selama proses oksidasi. Dosis tinggi dari peroksida dapat menyebabkan risiko terjadinya kanker usus besar.
Perlu diketahui, jumlah asam lemak jenuh dalam minyak jelantah jauh lebih tinggi dari pada jumlah asam lemak tidak jenuhnya, karena terjadi reaksi hidrolisis dan oksidasi selama pemanasan saat digunakan untuk menggoreng.
“Asam lemak jenuh sangat berbahaya bagi tubuh kita karena dapat menyebabkan berbagai kondisi fatal, termasuk terjadinya penyakit jantung dan stroke,” ucap Yayu Nidaul Fithriyyah dikutip infotangerang.co.id, Kamis (15/2/2023) dari channel Youtube Yayu Nidaul Health.
Yayu menjelaskan, mengonsumsi makanan yang diolah dengan minyak goreng bekas secara berlebihan atau terus menerus, merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah.
“Selain itu, bahaya penggunaan minyak jelantah bisa menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dan diare,” ujarnya.
(Rdk)


