BANTEN, infotangerang.co.id – Proses seleksi calon direksi dan komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menuai sorotan. Ketua Umum Paseba Tangerang, Imam Fachrudin, melayangkan surat keberatan kepada Gubernur Banten terkait komposisi Tim Seleksi (Timsel) yang dinilai didominasi wajah lama.
Sorotan ini mencuat setelah Pemprov Banten membentuk panitia seleksi untuk mengisi jabatan strategis di sejumlah BUMD.
Berdasarkan keterangan resmi, Timsel ini diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten, dengan melibatkan Prof. Suwaib Amiruddin (unsur akademisi) dan Prof. Nata Irawan (unsur praktisi).
Meskipun pemerintah mengeklaim proses dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel, Imam Fachrudin menilai Pemprov Banten perlu memberikan kesempatan yang lebih luas kepada akademisi lain.
“Ini kan itu-itu saja orangnya yang menjadi Tim Seleksi. Kondisi seperti ini menimbulkan kesan bahwa Pemerintah Provinsi Banten kurang memberikan kesempatan kepada akademisi lainnya. Seolah-olah Banten tidak memiliki profesor maupun akademisi lain yang memiliki kompetensi dan integritas,” ujar Imam, Senin (6/7/2026).
Potensi Akademisi Banten Melimpah
Menurut Imam, Provinsi Banten memiliki banyak perguruan tinggi dengan jajaran dosen dan profesor yang kompeten di bidang tata kelola pemerintahan, hukum, ekonomi, maupun manajemen perusahaan. Keberagaman unsur dalam Timsel diyakini akan memperkuat independensi rekrutmen sekaligus mendongkrak kepercayaan publik.
“Yang kami harapkan bukan mengurangi hak siapa pun untuk menjadi Tim Seleksi, tetapi adanya pemerataan kesempatan bagi akademisi lain yang juga memiliki kemampuan dan rekam jejak yang baik. Semakin banyak perspektif yang dilibatkan, maka proses seleksi akan semakin objektif dan kredibel,” lanjutnya.



