Setelah pembuatan kembang ban selesai dikerjakan, Suparmo menjualnya dengan harga Rp 12 ribu sampai dengan 15 ribu rupiah.
“Paling mahal saya jual 15 ribu, kalau sama pasang Rp 25 atau Rp 30 ribu,” ujarnya.
Ketahanan ban vulkanisir, lanjut Suparmo, tentu jauh berbeda dengan ban yang baru.
Kendati demikian, ban hasil daur ulang manual tersebut sangat dibutuhkan bagi pengendara motor yang memiliki kendala keuangan untuk sementara waktu.
“Ketahanan bisa sampai 4 atau 5 bulan sesuai kondisi ban. Ya lumayan aja buat orang yang belum bisa kebeli ban baru,” tutur dia.
Suparmo menyebut jika ingin menggeluti usaha sepertinya tentu harus memiliki kemampuan khusus, yakni hafal seribu kembang ban. Dalam sehari dirinya bisa mendapatkan hasil dari keahliannya itu sebanyak 20 hingga 50 ban.
“Saya dulu belajar dari temen, awalnya gak mudah karena harus hafal seribu kembang ban. Tapi sekarang saya bisa dapat 20 sampai 50 ban seharinya,” ucapnya.
(Rdk)



