Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan


Pejuang Rupiah, Suparmo Pengrajin Sisir Ban Butuh Perhatian Pemerintah

Suparmo sejak tahun 2012 menekuni usaha sebagai pengrajin ban vulkanisir. Selama belasan tahun, ban-ban bekas yang dianggap tak layak pakai tersebut ditangan Suparmo disulap kembali agar bisa berputar di semua medan.

Infografis  

Editor: Redaksi

Suparmo sedang menyisir atau menyuntik ban bekas agar bisa kembali berputar di segala medan. (Foto: infotangerang.co.id)
Advertisement

Setelah pembuatan kembang ban selesai dikerjakan, Suparmo menjualnya dengan harga Rp 12 ribu sampai dengan 15 ribu rupiah.

“Paling mahal saya jual 15 ribu, kalau sama pasang Rp 25 atau Rp 30 ribu,” ujarnya.

Ketahanan ban vulkanisir, lanjut Suparmo, tentu jauh berbeda dengan ban yang baru.

Kendati demikian, ban hasil daur ulang manual tersebut sangat dibutuhkan bagi pengendara motor yang memiliki kendala keuangan untuk sementara waktu.

Baca juga:  Waspada Leptospirosis di Musim Hujan: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

“Ketahanan bisa sampai 4 atau 5 bulan sesuai kondisi ban. Ya lumayan aja buat orang yang belum bisa kebeli ban baru,” tutur dia.

Suparmo menyebut jika ingin menggeluti usaha sepertinya tentu harus memiliki kemampuan khusus, yakni hafal seribu kembang ban. Dalam sehari dirinya bisa mendapatkan hasil dari keahliannya itu sebanyak 20 hingga 50 ban.

Baca juga:  Masyarakat Pernaskahan Nusantara Gelar Bimtek Konservasi Naskah di Padang

“Saya dulu belajar dari temen, awalnya gak mudah karena harus hafal seribu kembang ban. Tapi sekarang saya bisa dapat 20 sampai 50 ban seharinya,” ucapnya.

(Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement