Close Ads
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Pejuang Rupiah, Suparmo Pengrajin Sisir Ban Butuh Perhatian Pemerintah

Suparmo sejak tahun 2012 menekuni usaha sebagai pengrajin ban vulkanisir. Selama belasan tahun, ban-ban bekas yang dianggap tak layak pakai tersebut ditangan Suparmo disulap kembali agar bisa berputar di semua medan.

Infografis  

Editor: Redaksi

Suparmo sedang menyisir atau menyuntik ban bekas agar bisa kembali berputar di segala medan. (Foto: infotangerang.co.id)
Advertisement

KABUPATEN TANGERANG – Suparmo (40) asal Kampung Kebon Nangka, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang butuh perhatian pemerintah agar dapat modal tambahan untuk mengembangkan usaha yang digelutinya.

Suparmo, pejuang rupiah itu sejak tahun 2012 menekuni usaha sebagai pengrajin ban vulkanisir.

Selama belasan tahun, ban-ban bekas yang dianggap tak layak pakai tersebut ditangan Suparmo disulap kembali agar bisa berputar di semua medan.

Baca juga:  Waspada Leptospirosis di Musim Hujan: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Proses pengerjaannya, kata dia, ban bekas dilakukan pembuatan kembang dengan cara disisir atau disuntik.

Suparmo seorang bapak dari dua anak itu menjelaskan, sebelum ban bekas dibuatkan kembang ada proses pemilahan terlebih dahulu, jadi tidak semua ban bekas bisa dipakai.

“Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Jadi ban harus yang masih tebal, jangan patah hill, jangan pecah samping atau jebol,” terang Suparmo.

Baca juga:  Viral Driver Ojol Curhat, Istrinya Positif Covid-19 Tapi Tidak Dirawat dan Ditelantarkan

Ban-ban bekas itu diperolehnya dari hasil membeli di beberapa bengkel langganan, atau pun siapa saja yang mau menjualnya ketika dia sedang berkeliling mencari ban bekas.

“Ban bekas saya beli dari mana aja pas waktu keliling. Kalau sekarang ada langganan juga. Harga satuan saya beli Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu,” ungkapnya.

Iklan

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement