Arief mengatakan, rencananya pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan berupa sembako. Sementara, Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang akan menyalurkan uang tunai sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga yang semuanya diberikan selama tiga bulan berturut-turut.
“Yang jadi masalah lagi ini bentuk bantuannya beda, antara pusat sama provinsi. Kalau provinsi kasih uang dan pusat beri barang,” katanya.
Menghindari kecemburuan sosial terkait bedanya bantuan, Arief mengajukan saran ke Gubernur Banten untuk memetakan daerah bantuan. Karena tidak menutup kemungkinan walau tinggal bersebelahan, namun bantuan yang diberikan berbeda seperti sembako dan uang tunai.
“Barang sembako nilainya Rp600 ribu. Kalau ada yang dapat Rp600 ribu, tetangga dapat bahan makanan, kira-kira ada yang iri nggak? Nah ini saya bilang pak Gubernur datanya saya mau tarik. Saya kirim data penerima, saya tarik saya pecah ke Tangerang Timur bantuan provinsi, dan wilayah Barat bantuan pusat,” jelasnya. (Fan/red)


