Bupati meminta partisipasi aktif pengusaha properti di sekitar lokasi untuk membantu penambalan jalan melalui dana CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial demi keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati memberikan teguran keras kepada para pengemudi dan pengusaha truk tambang terkait tonase berlebih dan pelanggaran jam operasional. Kendaraan berat diimbau untuk menghindari ruas Pakuhaji–Sepatan selama masa perbaikan berlangsung.

“Masyarakat tidak anti terhadap investasi, tetapi mohon patuhi Perbup terkait jam operasional dan jangan melebihi muatan. Kepatuhan ini penting agar jalan tidak semakin rusak,” tegasnya.

Langkah percepatan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas warga, terutama menjelang bulan suci Ramadhan di mana aktivitas transportasi masyarakat diprediksi akan meningkat tajam.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *