Masih kata Mendagri, partisipasi pemilih juga naik mencapai 75,83 persen. Menurutnya, itu merupakan catatan tersendiri bagi pemerintah dan stakeholder karena antusiasnya masyarakat yang turut berpartisipasi di tengah pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, ia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat atas partisipasi dan ketaatan selama tahap pencoblosan.

“Saya juga mengapresiasi masyarakat yang sudah memberikan hak pilih dan langsung pulang, yang tinggal hanya saksi-saksi. Itu juga membuat tidak terjadi kerumunan yang berarti. Meskipun ada catatan kita di Sumba Timur, kemudian di Luwu Utara kalau saya tidak salah itu juga masih ada kerumunan. Memohon kepada Bawaslu agar bisa melakukan langkah tindakan, ataupun Polri dengan memberikan teguran ataukah tindakan-tindakan lain yang diperlukan sesuai aturan, harus ada ketegasan,” tandasnya.

Mendagri juga tetap mengingatkan agar tahapan-tahapan penting selanjutnya semua pihak tetap waspada. “Kita masih ada tahapan-tahapan penting. Sekarang masih rekapitulasi, kemudian nanti ada penetapan pasangan calon, mungkin ada sengketa dan setelah itu nanti ada pelantikan. Masih ada tahapan-tahapan kritis yang mohon dukungan dan bantuan dari semua pihak, di antaranya dalam catatan kami per hari ini ada satu kabupaten yang itu paslonnya ada dua, bedanya 0 persen, 50-50, tapi suara masuk lebih dari 60 persen,” tuturnya.

Acara dihadiri langsung oleh Menko Polhukam, Ketua KPU RI, Ketua Bawaslu RI, Dirjen Bina Adwil, Dirjen Otda, dan Dirjen Polpum, Gubernur DIY. Secara virtual diikuti oleh Gubernur dan Forkopimda Provinsi, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Provinsi, Bupati/Walikota dan Forkopimda yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020, Kepala Kesbangpol, Kepala BPBD, Kepala Satpol PP Provinsi Kabupaten/Kota yang Menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 se-Indonesia. (Dhi/Red)

Source: Puspen Kemendagri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *