INFOTANGERANG.CO.ID – Sepuluh hari yang intens di penghujung Februari 2026 menjadi saksi bisu kesigapan aparat dalam “membersihkan” wilayah hukum Kabupaten Tangerang. Melalui Operasi Pekat Maung 2026, jajaran Polresta Tangerang berhasil membongkar gudang-gudang peredaran miras dan obat keras yang selama ini menghantui ketertiban umum.

Bukan sekadar angka, keberhasilan ini adalah sebuah langkah preventif besar. Bayangkan, 10.779 butir obat keras ilegal yang disita setara dengan menyelamatkan lebih dari sepuluh ribu nyawa dari jerat penyalahgunaan zat berbahaya.

Operasi yang digelar sejak 16 hingga 25 Februari ini menyasar akar masalah sosial, mulai dari premanisme, perjudian, hingga prostitusi. Namun, peredaran minuman keras (miras) ilegal dan obat-obatan keras tanpa izin menjadi sorotan utama.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi memastikan kekhusyukan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Operasi ini dilaksanakan untuk menekan berbagai potensi gangguan kamtibmas. Kita tahu bahwa miras sering kali menjadi pemicu awal tindak kriminalitas dan perkelahian,” ujar Kombes Pol Andi Indra saat ekspos media, Kamis (5/3/2026).

Hasilnya mencengangkan. Petugas menyisir berbagai titik dan mengamankan 189 dus berisi 2.268 botol miras berbagai merek, ditambah puluhan miras kemasan kaleng. Tak berhenti di situ, enam orang tersangka pengedar obat keras kini harus meringkuk di balik jeruji besi.

Dari tangan mereka, polisi menyita ribuan butir obat jenis Tramadol, Trihexyphenidyl, dan Hexymer. Analogi yang disampaikan Kapolresta cukup menohok: jika satu butir dikonsumsi satu orang, maka ada 10.779 potensi penyalahgunaan yang berhasil dipatahkan.

Meski ribuan barang bukti kini menumpuk di Mapolresta Tangerang untuk segera dimusnahkan, Kombes Pol Andi Indra mengingatkan bahwa tugas menjaga keamanan bukan hanya milik polisi.

Ia menitipkan pesan mendalam bagi para orang tua di Tangerang. Pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada malam hari, menjadi kunci utama mencegah mereka terjerumus dalam euforia negatif seperti perang sarung, balap liar, hingga jeratan narkotika.

“Kami akan terus melakukan penindakan tegas dan berkelanjutan. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” pungkasnya.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *