Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Program Biopori dan Komposter, Cara Sederhana Namun Bermakna!

Tangerang Raya  

Editor: Redaksi

Program Biopori dan Komposter, cara sederhana namun bermakna. Eka Permanasari dan kawan-kawan mengusulkan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi berupa pembuatan biopori, komposter, dan sosialisasi kegiatan. (Dok. UPJ/infotangerang.co.id)
Advertisement

TANGERANG – Seiring meningkatnya jumlah penduduk golongan menengah, pembangunan perumahan klaster kecil juga turut bertambah. Perumahan klaster kecil biasanya memiliki fasilitas yang kurang mumpuni yang dapat menyebabkan berbagai masalah yang mengganggu kegiatan sehari-hari.

Masalah utama yang dikeluhkan oleh sebagian besar penduduk perumahan klaster kecil yaitu pengelolaan sampah dan ketersediaan air bersih. Dengan beralih fungsinya lahan dari ruang terbuka menjadi pemukiman, kondisi lahan penyerapan semakin sedikit, jumlah air yang dapat diserap semakin terbatas dan eksploitasi air tanah semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian air tanah untuk menghindari kurangnya sumber daya alam.

Baca juga:  Polsek Sepatan Luruskan Berita Keliru Soal PT Dainka "Sandera" 35 Karyawan Dengan Alasan Covid-19

Eka Permanasari, Ph.D., yang merupakan dosen dan peneliti kajian urban dari Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), memiliki gagasan untuk menanggulangi masalah tersebut.

Baca juga:  Merawat Pancasila di Tangerang Selatan

Eka aktif sebagai seorang peneliti yang berkecimpung dalam bidang urban design, architecture, dan Southeast Asian Studies. Beliau juga berpengalaman dalam menulis buku serta artikel dengan berbagai kolaborator di penjuru negeri dalam bidang urban studies.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement