Selain itu, lanjut Achmad, kebutuhan gizi remaja juga ditujukan utamanya untuk perempuan saat menstruasi karena seringkali banyak perempuan saat pertama kali menstruasi tidak melaporkan ke layanan kesehatan padahal perlu untuk diberikan obat penambah darah.

“Pencegahan stunting itu butuh waktu panjang dan seperti siklus yang saling berhubungan, sehingga perlu dimulai sejak remaja untuk persiapkan melahirkan generasi-generasi bebas stunting di masa depan,” tuturnya.

Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukan angka stunting secara nasional sudah mengalami penurunan dari 24,4 persen di tahun 2021 menjadi 21,6 persen di tahun 2022. Namun begitu, angka ini masih di atas standar yang ditoleransi Badan Kesehatan Dunia WHO, yaitu di bawah 20 persen dan target pemerintah di angka 14 persen. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya fokus mensosialisasikan pencegahan stunting kepada pasangan usia subur tetapi juga generasi muda karena mereka yang akan melahirkan generasi sehat dan bebas stunting di masa depan.

Kemenkominfo sejak 2019 telah menggandeng generasi muda untuk turut serta mendukung upaya penurunan prevalensi stunting melalui Kampanye Genbest (Generasi Bersih dan Sehat) yang merupakan inisiasi Kemenkominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting.

Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Kesehatan Direktorat IKPMK Kemenkominfo Marroli J. Indarto, mengatakan program penurunan prevalensi stunting yang digencarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika sesuai dengan program utama Presiden dalam menekan angka stunting menjadi 14 persen di tahun 2024.

Genbest Talk yang diadakan di Kabupaten Tangerang ini merupakan bagian dari kampanye Genbest. Genbest mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari. Melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid, Genbest juga menyediakan berbagai informasi seputar stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuh kembang anak, sanitasi, siap nikah, maupun reproduksi remaja dalam bentuk artikel, infografik, serta videografik.

Follow Video INFO TANGERANG dan Google News infotangerang.co.id

(Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar 2

  1. Dalam merawat bayi 6 bulan, tidak hanya nutrisi dan tidur yang perlu diperhatikan, tapi juga stimulasi perkembangan motorik dan kebersihan bayi.

    Reply
  2. Untuk mereka yang ingin menguruskan badan tanpa diet, pola hidup sehat melalui olahraga teratur, tidur yang cukup, makan seimbang, hingga teknik mindfulness bisa menjadi solusi. Jangan lupakan juga faktor stres dan pentingnya hidrasi. Akar rambut yang kuat adalah kunci untuk mencegah kerontokan, dan ini bisa didukung dengan cara alami seperti menggunakan ramuan tradisional, minyak zaitun, makanan yang kaya nutrisi, pijat kepala, dan juga memperhatikan kebiasaan sehari-hari seperti penggunaan cat rambut.

    Reply