Sarifudin menekankan, selain menunaikan kewajiban mengedukasi warga, PWI Kabupaten Tangerang melalui kegiatan ini juga melakukan regenerasi agar lahir penulis-penulis muda yang akan berkarya untuk turut mencerdaskan masyarakat.

“Jurnalisme warga memiliki peranan yang sangat penting, karena menjadi ruang aktualisasi warga dalam menyampaikan informasi dan gagasan,” katanya.

Sehingga, dia menekankan, melalui pelatihan ini, peserta dapat mendalami keterampilan seputar kaidah serta teknik menulis. Selain itu, Sarifudin juga menekankan soal etika dan aspek hukum yang bisa muncul dari sebuah karya jurnalistik.

“Apalagi saat ini ada Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Banyak hal yang harus diperhatikan agar karya tulis atau karya jurnalistik kita tidak menabrak aturan-aturan hukum. Selain itu, perlu diperhatikan dan dipahami juga soal etika jurnalistik dan Undang-undang pers,” terangnya.

Sarifudin berharap, melalui kegiatan tersebut, pegiat di Kabupaten Tangerang menjadi aktor-aktor demokrasi yang berperan aktif mencerdaskan masyarakat melalui karya tulis.

“Kami akan selalu mendukung kawan-kawan, mari kita berkarya bersama-sama untuk menjadi penerang dan penggugah demi mendorong serta mewujudkan Kabupaten Tangerang menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan itu menghadirkan tiga narasumber, yakni Subandi Musbah, Direktur Visi Nusantara yang menyampaikan materi teknik menulis opini, Mohamad Romli, Sekretaris PWI Kabupaten Tangerang yang menyampaikan materi teknik menulis berita, dan Dziki Oktomauliyadi, fotografer di Harian Banten Pos dengan materi teknik fotografi.

(Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *