Alvin menjelaskan para korban datang dari Jakarta, Bandung, dan Solo, mereka sedih karena kehilangan uang. Kerugian sejumlah kasus investasi bodong itu disebut mencapai triliunan rupiah.
“Kerugian korban Indosurya Rp 36 triliun. KSP lainnya Mahkota Rp 7,5 triliun, Narada Rp 8 triliun, dan Binapadi Rp 10 triliun,” sebut Alvin.
Mandeknya kasus Indosurya tidak terlepas dari adanya oknum yang berperan. Alvin menilai bukan institusi Polri yang bobrok, melainkan anggota Polri.
Dia berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenahi kebiasaan buruk anggotanya.
Setelah orasi di depan Gedung Mabes Polri para pendemo bergerak menuju ke Kejaksaan Agung. Massa kembali berorasi dengan menggunakan mobil komando di depan pintu masuk Kejaksaan Agung.
(Red)



