JAKARTA – Ratusan korban investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta demo di depan gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan. Mereka berunjuk rasa buntut dari dibebaskannya dua tersangka, Henry Surya dan June Indria.

Para pendemo mulai berkumpul di depan Gedung Museum Polri sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka membawa spanduk bertuliskan pesan suara hati mereka untuk aparat penegak hukum hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pak Presiden, Menko Polhukam masih ada keadilan dan hukum di negeri ini,” isi tulisan dalam spanduk yang dibawa para korban.

Kuasa hukum korban Indosurya, Alvin Lim mengatakan aksi ini adalah aspirasi masyarakat yang diekspresikan secara damai. Para korban kecewa dengan Polri yang tak kunjung menuntaskan sejumlah kasus investasi bodong.

“Jadi, para korban ini terutama investasi bodong sangat kecewa dengan proses penegakkan hukum karena kenapa? Proses penegakan hukum investasi bodong yang besar tidak ada satupun yang disidangkan,” kata Alvin di lokasi unjuk rasa, Selasa (28/6/2022).

“Jadi dari Indosurya itu lepas bebas, berartikan enggak disidangkan, enggak P21 berkas lengkap,” lanjut Alvin.

Alvin menjelaskan para korban datang dari Jakarta, Bandung, dan Solo, mereka sedih karena kehilangan uang. Kerugian sejumlah kasus investasi bodong itu disebut mencapai triliunan rupiah.

“Kerugian korban Indosurya Rp 36 triliun. KSP lainnya Mahkota Rp 7,5 triliun, Narada Rp 8 triliun, dan Binapadi Rp 10 triliun,” sebut Alvin.

Mandeknya kasus Indosurya tidak terlepas dari adanya oknum yang berperan. Alvin menilai bukan institusi Polri yang bobrok, melainkan anggota Polri.
Dia berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenahi kebiasaan buruk anggotanya.

Setelah orasi di depan Gedung Mabes Polri para pendemo bergerak menuju ke Kejaksaan Agung. Massa kembali berorasi dengan menggunakan mobil komando di depan pintu masuk Kejaksaan Agung.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *