Senada dengan Sonhaji, Kamsari menuturkan musibah longsor telah menutup akses jalan di Desa Cokop Sulanjana dan menimbun sekitar 4 titik lokasi.

“Masyarakat menunggu alat berat dari pemerintah ternyata masih belum datang, dan berkah koordinasi dan informasi dari relawan alhamdulillah dibantu kedatangan mobil becko ini dan menyelesaikan tuntas semua titik longsoran,” ucap dia.

Diketahui, banjir dan longsor di Provinsi Banten merendam 12 kecamatan dan 22 desa. Akibat banjir itu, 3.960 rumah tergenang dan 700 warga terpaksa mengungsi.

Banjir terparah di Kota Serang bahkan hingga merendam Masjid Agung Banten Lama. Di wilayah Kabupaten Serang terjadi di Kecamatan Waringinkurung, Kramatwatu, Gunungsari, dan Padarincang.

Banjir di Kota Serang ini juga menyebabkan 5 kecamatan terendam, yaitu di Kecamatan Kasemen, Serang, Cipocok Jaya, Taktakan dan Curug. Ada 5 desa di wilayah tersebut yang terdampak banjir, sehingga 2.203 rumah terendam.

Di Kabupaten Pandeglang, 7 kecamatan terdampak yaitu di Kecamatan Labuan, Cadasari, Patia, Saketi, Pandeglang, Mandalawangi, Pulosari. Sebanyak 17 desa dan 1.757 rumah tergenang.

(Fan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *