Dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Summarecon juga dipertontonkan dengan menutup akses pintu masuk kolega mereka, dan para wartawan yang datang ke perumahan Summarecon di Jalan Cluster Maxwell Nomor 28.
Darma mengungkapkan telah terjadi penyanderaan terhadap istri dan anak-anaknya yang dilakukan oleh orang suruhan dari pihak Summarecon.
“Istri sama anak-anak saya disandera, bahkan barang-barang saya dikeluarkan dari rumah melalui pintu belakang komplek, itu maling alias perampokan,” ungkapnya.
Saat terjadi keributan, Agus Darma yang saat itu terdesak mencoba melawan orang-orang suruhan pihak Summarecon yang diperkirakan jumlahnya lebih dari 30 orang.
Menurut keterangan yang didapat, peristiwa pengeroyokan Darma itu juga disaksikan sejumlah wartawan rekan satu profesinya.
“Dia mempertahankan hak nya dan menjaga isteri sama anak-anaknya, tapi perlawanan Darma tak berarti. Dia dikeroyok sampai tulang rusuk sebelah kanan retak, kepala bocor, lengan kanan tersayat senjata tajam, dan dia kami lihat dipukulin, diinjek-injek bahkan diseret,” beber seorang saksi yang enggan disebutkan namanya.


